Salam adalah pintu lebar yang memungkinkan seseorang untuk masuk ke dalam hati orang lain. Salam juga bisa menciptakan ketentraman hati orang yang sedang ketakutan, menenangkan orang yang sedang tersesat, dan mendekatkan orang yang jauh, Salam juga bisa menciptakan kasih sayang dan menjauhkan setan.
Allah Berfirman :
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya" (Q.S. an-Nisa':86).Selain itu Allah juga berfirman :
"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan. (ingatlah) ketika mereka masuk ketempatnya lalu mengucapkan "salaamun" Ibrahim menjawab : "salaamun" (kamu) adalahorang-orang yang tidak dikenal" (Q.S. adz-Dzariyat : 24-25).
Nabi SAW bersabda :
"Ketika Allah menciptakan Adam As, Allah berfirman : "Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka -sekelompok malaikat yang sedang duduk- dan dengarkanlah bagaimana mereka memberikan penghormatan kepadamu, sesungguhnya itu adalah bentuk penghormatan terhadap dirimu dan terhadap keluargamu". Maka Adam-pun berkata : "Assalamu'alaikum", kemudian para malaikatpun menjawab : "Assalamu'alaik warahmatullah, mereka menambahkan : warahmatullah" (Muttafah'Alaihi)
Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW : "Islam manakah yang bisa disebut Islam yang baik?" Rasulullah menjawab : "Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak"
Dan Imam Muslim juga meriwayatkan daru Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Kalian semua tidak akan masuk surga hingga kalian mau beriman, dan kalian belum disebut beriman ketika kalian tidak saling menyayangi, apakah aku belum memberitahukan kepada kalian mengenai sesuatu hal yang apabila kalian lakukan bisa menumbuhkan kasih sayang diantara kalian? Ucapkanlah salam diantara kalian".(Al-Hadis)
Dari Abi Yusuf Abdillah bin Salam "Aku mendengar Rasulullah bersabda :
"Hai manusia sebarkan salam diantara kalian, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah ketika orang-orang sedang tidur maka kalian akan masuk surga dengan selamat". (H.R. Tirmidzi)
Dari Abu Yusuf diriwayatkan bahwa semua orang berkewajiban menjawab salam (meskipun ketika bersama dengan jama'ah). Sementara Ibnu Abdil Barr dan selainnya mengutip kesepakatan kaum muslimin bahwa memberi salam adalah sunah dan menjawabnya adalah wajib.
Rasulullah SAW bersabda :
"Lima hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim terhadap saudaranya (sesama muslim) adalah : mejawab salam, mendo'a-kan orang yang bersin, memenuhi undangan, menegok orang sakit dan mengantarkan jenazah". (H.R. Muslim).
Dalam ajaran Islam, istilah yang digunakan untuk memberi salam adalah istilah " Asslamu'alaikum" atau Assalamu'alaik". Imam Nawawi mengatakan : " Memberikan salam minimal dengan ucapan "Assalamu'alaikum". Dan jika orang yang diberi salam satu orang, maka setidaknya dengan ungkapan "Assalamu'alaik". Tapi yang lebih utama adlah dengan mengucapkan "Assalamu'alaikum" karena bersifat lebih umum. dan lebih sempurna lagi adalah dengan menambahkan kata-kata "Warahmatullah" dan juga "Wabarakatuh", meskipun ketika seseorang mengucapkan ungkapan "Salamun alaika" sudah dianggap cukup. Rasulullah SAW. telah melarang seorang laki-laki mengucapkan "Alaika as-salam". Abi Jar'i al-Hujaimi mendatangi Rasulullah SAW, lalu mengucapkan "Alaika as-salam" ya Rasulullah. Rasulullah menjawab : "Jangan katakan "Alaika as-ssalam" itu merupakan penghormatan terhadap orang yang sudah mati". (H.R. Abu Daud & Tirmidzi).
Adapun istilah yang digunakan untuk menjawab salam, menurut Imam Nawawi dalam syarah kitab Sahih Muslim adalah : Adapun ketika menjawab salam maka yang lebih utama dan lebih sempurna adalah dengan mengucapkan : "Wa'alaikum as-salam warahmatullahi wabarakatuh". Ditambah dengan huruf "wawu" yang diletak sebelum kata "Alaikum". Maka membuang "Warahmatullhi wabarakatuh" diperbolehkan, tapi berarti telah meninggalkan keutamaan.
Adapun ketika hanya mengucapkan "Wa'alaikum as-salam" atau "Alaikum as-salam" ini juga diperbolehkan. Tapi ketika hanya mengucapkan "Alaikum" saja, menurut semua pendapat hal ini tidak diperbolehkan. Sementara ketika mengatakan : "Wa'alaikum" (ditambah dengan "wawu" didepan) maka mengenai kebolehannya terdapat dua pendapat, yaitu sebagian pendapat memperbolehkannya dan sebagian lain tidak".
(Disunting dari buku karangan Dr. Ali Hammady dengan Judul "Don't Be Crazy! yang diterjemahkan oleh Dwi Ratnasari, penerbit DIVA Press).